Dalam budaya Jawa, rewang berarti membantu tetangga atau kerabat yang sedang punya hajat, seperti pernikahan, khitanan, atau slametan. Bentuknya biasanya sederhana, misalnya ikut memasak, menata kursi, menyajikan hidangan, atau sekadar meramaikan suasana. Meski tampak sepele, rewang punya makna mendalam sebagai wujud gotong royong dan rasa kebersamaan. Orang yang datang untuk rewang tidak sekadar “mbantu,” tapi juga menunjukkan solidaritas, ikut berbahagia, dan menjaga hubungan baik antarwarga. Ada juga nilai timbal balik di dalamnya: siapa ...