Dalam suasana malam yang tenang selepas ba’da salat Isya, Masjid Assalim Miftahul Jannah menjadi saksi dimulainya langkah-langkah awal menyambut bulan suci Ramadan 1447 H. Pada Rabu malam, 14 Januari 2026, pengurus masjid menggelar pembicaraan internal sebagai forum awal sebelum dilaksanakannya rapat besar bersama seluruh jamaah.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pengurus inti Masjid Assalim Miftahul Jannah, mulai dari pengurus harian, takmir masjid, hingga pengurus berbagai aktivitas masjid seperti TPA dan kegiatan sosial keumatan lainnya. Rapat internal ini menjadi ruang penting untuk menyamakan visi, mengevaluasi pelaksanaan Ramadan tahun sebelumnya, serta merancang inovasi kegiatan agar Ramadan tahun ini berjalan lebih tertata, hidup, dan bermakna bagi seluruh jamaah.
Rapat dipandu oleh Bapak Luthfi yang dengan lugas mengarahkan jalannya diskusi agar tetap fokus dan efektif. Hadir dalam pertemuan ini Bapak Susilo Bowo yang terpilih sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan Bulan Suci Ramadhan, Bapak Joko Riyanto sebagai Sekretaris, serta tokoh-tokoh lain yang selama ini aktif menghidupkan masjid, di antaranya Bapak Slamet, Bapak Suyono, Bapak Bayu, Ustadz Ridwan Kamiludin, dan Mbah Tuminu.
Dari unsur ibu-ibu, turut hadir Bu Dewi Anwar, Bu Ninik, Bu Rini Luthfi, Bu Rini Suyono, Bu Eni, Bu Endah, dan Bu Diana. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan bahwa persiapan Ramadan bukan hanya urusan satu atau dua pihak, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen jamaah.
Agenda utama yang pertama dibahas adalah pembentukan panitia Ramadan. Dalam forum ini disepakati bahwa struktur kepanitiaan perlu dibentuk lebih awal agar setiap program memiliki penanggung jawab yang jelas. Pembagian tugas menjadi fokus penting agar pelaksanaan kegiatan selama Ramadan tidak berjalan sporadis, melainkan terencana dan terkoordinasi dengan baik.
Diskusi berlangsung dinamis, disertai masukan dari berbagai pihak berdasarkan pengalaman Ramadan sebelumnya. Semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab bersama tampak kuat dalam forum ini.
Salah satu sesi yang cukup menyita perhatian adalah evaluasi pelaksanaan Ramadan tahun sebelumnya. Berbagai catatan disampaikan secara terbuka, baik hal-hal yang dinilai sudah berjalan baik maupun yang masih perlu diperbaiki.
Dari evaluasi tersebut, muncul berbagai gagasan inovatif untuk Ramadan tahun ini. Inovasi kegiatan tidak hanya difokuskan pada kuantitas acara, tetapi juga kualitas dan kebermanfaatannya bagi jamaah, baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Harapannya, masjid benar-benar menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembinaan umat selama Ramadan.
Pembahasan pendanaan menjadi agenda penting berikutnya. Disepakati bahwa pendanaan Ramadan akan difokuskan pada aktivitas kegiatan yang benar-benar membutuhkan dukungan dana. Untuk itu, penggalian dana diharapkan dilakukan secara terarah melalui penyusunan proposal kegiatan yang jelas dan transparan.
Forum ini mendorong agar panitia mulai bergerak sejak awal, tidak menunggu mendekati Ramadan. Dengan perencanaan keuangan yang matang, kegiatan diharapkan dapat berjalan lancar tanpa membebani satu pihak tertentu.
Dalam aspek ibadah, Masjid Assalim Miftahul Jannah bersyukur telah memiliki imam mukim, Ustadz Ridwan Kamiludin, yang akan tetap menjadi imam utama selama Ramadan. Namun demikian, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, masjid juga berencana mengundang imam dan penceramah dari luar, khususnya pada 10 hari terakhir Ramadan, untuk memberikan variasi dan memperkaya suasana spiritual jamaah.
Kultum dan pengajian diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi mampu memberi pencerahan dan motivasi bagi jamaah dalam meningkatkan kualitas ibadah.
Bidang pendidikan Al-Qur’an juga mendapat perhatian serius. TPA anak-anak tetap akan dilaksanakan dengan koordinasi Ustadz Ridwan Kamiludin. Tahun ini, beliau akan dibantu oleh Mas Bagus yang baru saja menyelesaikan pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor. Kehadiran Mbak Ocha, lulusan pondok sekaligus bagian dari kaderisasi remaja putri bersama Mbak Anis, turut memperkuat tim pengajar.
Meski demikian, pelaksanaan TPA anak-anak tetap akan melibatkan ibu-ibu sebagai pendamping, menciptakan suasana belajar yang hangat dan bersahabat. Tidak hanya itu, TPA lansia juga akan terus dieksiskan selama Ramadan, dengan konsep aktivitas yang lebih menarik dan menyesuaikan kebutuhan peserta.
Rapat internal ini semakin semarak dengan sajian konsumsi yang menggugah selera. Aneka snack seperti risoles, tahu manis, jeli, dan kerupuk rengginang menemani jalannya diskusi. Sementara itu, menu makan besar berupa tahu goreng kuah menjadi pelengkap kebersamaan malam itu. Hidangan sederhana namun penuh cita rasa ini menambah kehangatan suasana rapat.
Secara keseluruhan, rapat internal persiapan Ramadan ini diakui berjalan menarik, penuh ide, dan sarat motivasi. Setiap peserta rapat memberikan kontribusi pemikiran demi terwujudnya Ramadan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting sebelum nantinya dibahas lebih luas dalam rapat bersama seluruh jamaah. Dengan perencanaan yang matang, kerja sama lintas unsur, serta niat ikhlas untuk berkhidmat, Masjid Assalim Miftahul Jannah optimis dapat menyambut Ramadan dengan program-program yang bermanfaat dan penuh keberkahan.
Semoga ikhtiar kecil ini menjadi wasilah hadirnya Ramadan yang hidup, masjid yang makmur, dan jamaah yang semakin dekat dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam. Aamiin.