Kaloran, Klaten — Jumat, 17 Juli 2026 menjadi momen berkesan bagi warga RW 08 Kaloran, Kelurahan Gayamprit. Suasana hangat nan bersemangat menyelimuti kebersamaan ibu-ibu PKK yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Rukun Makmur. Mereka berkumpul dalam kegiatan penyuluhan Urban Farming hasil kolaborasi bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Klaten Selatan.
Acara yang dipandu oleh Ibu Rini Budiutami, S.Pd.Si.—pegiat urban farming setempat—ini dihadiri langsung oleh Ketua PKK RW 08 Ibu Eni Apriyanti, mahasiswa KKN UIN Raden Mas Said Surakarta, serta akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Penyuluh Pertanian BPP Klaten Selatan, Ibu Veni Primaningsih, S.P., memaparkan materi kunci mengenai kiat sukses memanfaatkan lahan terbatas. Beliau menekankan bahwa urban farming bukan sekadar menanam, melainkan membutuhkan ketepatan pemilahan media tanam, pemenuhan sinar matahari, dan efisiensi nutrisi.
Semangat kemandirian ini kian diperkuat oleh sinergi bersama dosen Pendidikan Biologi UMS, Bp. Muhammad Luthfi Hidayat, Ph.D. Melalui program hibah Pengabdian Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek dan UMS, beliau menggandeng warga untuk membangun Kebun Urban Farming berbasis Internet of Things (IoT). Sentuhan teknologi penyiraman dan pemantauan nutrisi otomatis ini mempermudah perawatan tanaman secara akurat dan efisien di tengah kesibukan warga perkotaan.
Keberlanjutan kebun tak lepas dari tata kelola sampah yang bijak. Pada sesi berikutnya, mahasiswa KKN UIN Raden Mas Said Surakarta memberikan pemaparan interaktif mengenai pemilahan sampah rumah tangga dan pengolahan sisa dapur menjadi kompos organik. Edukasi ini membuka mata warga bahwa limbah dapur yang kerap terbuang justru menyimpan potensi besar sebagai nutrisi alami tanah.
Antusiasme peserta memuncak saat sesi tanya jawab. Ibu-ibu PKK secara aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan teknis seputar kendala hama, hingga membagikan pengalaman mereka berkebun di pekarangan rumah.
Lebih dari sekadar menghasilkan sayuran sehat yang menghemat pengeluaran dapur, urban farming membawa dampak holistik bagi kehidupan:
Ketahanan Pangan Mandiri: Memutus ketergantungan pasokan pangan luar dengan menyediakan bahan pangan segar, bebas pestisida, dan bergizi tepat di depan rumah.
Kesehatan Mental & Terapi Jiwa: Aktivitas menyentuh tanah, menyiram benih, dan melihat hijau daun terbukti secara psikologis menurunkan tingkat stres harian, menghadirkan ketenangan jiwa, serta mempererat tali silaturahmi warga.
Keseimbangan Ekologis: Kehadiran ruang hijau mikro di pemukiman padat membantu menurunkan suhu lingkungan, memperbaiki kualitas udara, dan merawat mikroekosistem lokal.
"KWT Rukun Makmur Kaloran membuktikan bahwa ketahanan pangan tidak harus menunggu lahan yang luas. Dari jengkal tanah di pekarangan dan bantuan teknologi, warga kini tidak hanya memanen pangan mandiri, tetapi juga merajut keharmonisan jiwa dan kepedulian pada bumi."— Ibu Eni Apriyanti, Ketua PKK RW 08 Kaloran.